DAMPAK MEDIA TERHADAP SIKAP

media

Media massa sejak pertama diciptakan telah banyak mengalami peningkatan dan ragam mulai dari televisi, radio, koran sampai internet. Orang-orang menonton televisi setiap hari, membaca surat kabar setiap jam, oleh karena itu sudah jelas bahwa media massa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pikiran mereka. Media massa, termasuk TV, radio, koran memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan modern kita. Media telah mengubah hidup kita dalam banyak hal. Bukan hal yang mengherankan jika mengatakan bahwa media memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk ide-ide masyarakat, baik ke arah yang lebih baik maupun lebih buruk. Media massa mempengaruhi trend di masyarakat. Hanya dengan melirik cara Anda berpakaian sekarang, mungkin saja itu adalah trend yang Anda lihat di internet atau majalah. Apa yang Anda kenakan mungkin terlihat mirip dengan apa yang aktor atau penyanyi terkenal kenakan baru-baru ini. Dan seringnya semua hal yang ada pada diri kita meniru model yang muncul setiap hari di fashion show.

Media membangun pengetahuan kita mengenai isu-isu sosial dan memiliki pengaruh signifikan terhadap bagaimana kita menyikapi masalah. Setiap hari beberapa acara disiarkan dan dibahas di televisi dan radio. Kita tidak dapat menyangkal bahwa media massa memiliki kontribusi besar dalam membentuk cara berpikir kita. Jadi terlihat jelas bahwa media massa juga memainkan peran penting dalam hal kita menyikapi hidup. Dalam tulisan ini, saya akan membahas sejumlah aspek yang sangat menarik tentang: dampak media terhadap anak-anak? Dan bagaimana orang tua dan lain-lain dapat mempengaruhi efek media pada anak-anak?

Apa yang dimaksud dengan media?

Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan komunikasi massa untuk khalayak yang lebih besar atau pasar. Sampai abad ke-20 sumber utama informasi adalah TV, Radio, Majalah, koran dan akhir-akhir ini adalah internet. Semua media massa Ini memainkan peran besar dalam kehidupan kita.

Bagimana media mempengaruhi kita:

Masih begitu banyak orang yang bersikeras bahwa gambar pada TV, karya dan gambar di koran tidak bertanggung jawab atas masalah-masalah masyarakat. Media adalah sumber informasi yang baik juga hiburan. Pada bagian pertama ini saya akan berbicara tentang bagaimana media mempengaruhi kesadaran, pengetahuan, sikap dan perilaku kita. Anda akan melihat orang-orang beralih pada media ketika mempelajari tentang Nilai Moral dan hubungan interpersonal yang berasal dari media.

Sebuah media memberi kita pendapat tentang berbagai budaya, agama dan kepercayaan. Hal ini membantu kita dalam mengidentifikasi diri kita sendiri dan orang lain. Media menunjukkan tentang bagaimana orang lain hidup, apa yang mereka percaya dan gambaran tentang sebuah masyarakat. Kebanyakan pemirsa televisi menganggap orang Arab sebagai teroris karena cara mereka digambarkan melalui berita. Penggunaan gambaran yang terlalu banyak tentang suatu hal dapat menjadikan pengembangan pendapat. Berita yang kita dapatkan dari media tertentu terkadang bertentangan dengan masyarakat tersebut secara nyata. Kita harus benar-benar memahami agama dan kepercayaan mereka untuk membuat pernyataan tentang orang ataupun masyarakat lain.

Bagaimana media mempengaruhi sikap dan perilaku:

Media memiliki pengaruh besar pada masyarakat dan dalam pengalaman hidup kita. Kita terkadang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Remaja suka menonton acara TV tentang Cinta, Fashion, Hubungan, kekerasan, banyak hal lainnya. Di sisi lain orang tua menonton hal-hal tentang Pangan, Kesehatan, olah raga dan berita dunia. Ini mempengaruhi perilaku setiap orang pada waktu tertentu. Media bisa menjadi sumber kebijaksanaan dan pengetahuan tetapi kita harus menyadari dampaknya terhadap masyarakat, keluarga, sikap, anak-anak dan diri kita. Media memiliki pengaruh besar terhadap hal tersebut. Media massa seperti yang kita tahu dapat memberikan pengaruh pada pendidikan, lingkungan atau mungkin kehidupan keluarga. Kadang-kadang media bisa memberikan efek positif dan negatif dalam kehidupan kita.

Pengaruh media:  

Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir pengaruh media telah dikembangkan secara eksponensial melalui kemajuan teknologi, pertama telegraf, lalu radio, surat kabar, majalah, televisi dan sekarang internet. Kita hidup dalam masyarakat yang bergantung pada informasi dan komunikasi untuk tetap bergerak ke arah yang benar dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja, hiburan, sikap, kesehatan, pendidikan, hubungan pribadi, perjalanan dan hal lain yang harus kita lakukan. Media adalah sarana pendukung untuk orang-orang di dunia dalam membentuk sikap, pendapat, dan membuat mereka berpikir sebelum mulai melakukan pekerjaan tertentu. Yang paling penting adalah membantu orang-orang mengetahui tentang agama, tempat yang berbeda, juga hal penting yang berhubungan dengan masa lalu dan masa depan. Media dianggap baik dan cukup baik selama informasi yang diberikan berharga dan berpengaruh bagi masyarakat. Penggunaan media tergantung pada masing-masing individu untuk melaksanakan dengan maksimal apa yang baik dan bermoral untuk dilakukan di dalam masyarakat.

Pengaruh Media terhadap anak-anak:

Pada tahap awal, saya ingin berbicara tentang bagaimana media dapat memberikan peran besar bagi kehidupan anak-anak. Banyak anak-anak menonton televisi selama dua sampai empat jam per hari. Kehadiran model peran tentang bagaimana pria dan wanita, anak laki-laki dan anak perempuan disajikan dalam media, hal ini secara kuat mempengaruhi peran mereka sebagai anak laki-laki dan perempuan di dunia. Dalam hal ini, media seperti televisi memiliki efek yang buruk bagi anak-anak. Beberapa orang tua mengeluh tentang anak-anak sekarang yang cenderung malas dan lebih keras. Ini hanyalah hasil dari program yang buruk yang ditampilkan di TV sepanjang waktu, situs yang tidak terkontrol dan bahkan kecerobohan orang tua. Agar dapat bebas dari anak-anak mereka, beberapa orang tua membiarkan anak-anak mereka surfing web tanpa memperhatikan bahwa banyak bencana yang berasal dari internet yang telah dialami anak-anak . Kita tidak bisa menyalahkan anak-anak atas apa yang mereka lakukan karena sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut. Dalam hal ini orang tua memiliki tanggung jawab yang besar untuk membimbing anak-anak mereka, dan memberitahu pada mereka tentang program apa yang mereka saksikan. Orang tua harus memiliki peran besar dalam membimbing anak-anak mereka; sikap mereka terhadap media.

Pengaruh media terhadap orang tua:

Berikutnya saya ingin membahas tentang dampak media terhadap orang tua dalam hal pengasuhan. Orang tua merupakan penonton yang penting sebagai media anak-anak. Media memainkan peran dalam memberikan informasi dan dukungan kepada orang tua tentang cara membesarkan anak. Kita tahu bahwa banyak informasi dan saran tentang pengasuhan anak di media massa. Dalam setiap kategori media massa, seperti buku-buku dan majalah, televisi dan internet, pesan tentang bagaimana membesarkan anak sedang diarahkan pada orang tua sampai pada tingkat yang luar biasa. Namun, sedikit perhatian diberikan kepada kuantitas atau kualitas pesan tersebut.

Pengaruh media terhadap remaja/pemuda:

Bagaimana media mempengaruhi pemuda di masyarakat saat ini? Masyarakat kita masih tampak bingung tentang apa yang harus bagi pemuda. Tampaknya kita dicekam ketakutan akan pemuda. Kita menyalahkan mereka untuk banyak hal yang merugikan masyarakat seperti kejahatan, kerusakan, obat-obatan, minuman, seks, dan kehamilan remaja dan banyak lagi. Tetapi jika teori ini benar maka dari mana sikap-sikap memberontak itu berasal? Jawaban yang jelas adalah berasal dari cara membesarkan anak-anak, tapi menurut saya media juga memainkan peran penting dalam sikap, perilaku dan aspek fisik pemuda sekarang, terutama wanita muda. Media sangat mempengaruhi budaya anak muda. Para eksekutif media dengan cepat membela diri mereka tentang peran media dalam kekerasan pemuda dan pelecehan, sementara mereka menjual dan mendapatkan keuntungan jutaan dolar dalam iklan yang berfokus pada pemuda. Produsen TV, eksekutif jaringan, perusahaan film dan lain-lain menyangkal dampak dari program mereka terhadap sikap dan tindakan pemuda. Masyarakat terutama remaja selalu memiliki idola dan mereka cenderung mengikuti apa yang idola mereka lakukan dan mengatakan tidak masalah hal tersebut baik atau buruk.

Pengaruh positif dan negatif media terhadap pemuda:

Pemuda ada pada tahap kehidupan di mana mereka ingin diterima oleh rekan-rekan mereka, mereka ingin dicintai dan menjadi sukses. Media menciptakan gambaran ideal tentang laki-laki dan perempuan impian dan mengatakan kepada mereka tentang karakteristik orang yang sukses. Jika ada olahraga yang semakin banyak mendapat perhatian oleh media dan menjadi popular di antara teman-teman dan masyarakat, maka Anda akan lebih cenderung untuk berlatih olahraga tersebut agar dianggap keren/gaul bersama dengan teman Anda. Hasilnya adalah bahwa Anda akan bersenang-senang dengan teman-teman dan menjadi lebih sehat karena olahraga yang Anda lakukan.

Media adalah salah satu instrumen yang sukses dalam memperkaya pengetahuan anak-anak, remaja dan orang tua agar menjadi orang yang sukses. Hal ini membentuk sikap kita terhadap kehidupan yang lebih baik. Namun pengaruh negatif pada remaja dapat dilihat pada penggunaan cerutu oleh bintang film selebriti, paparan terus menerus tentang gambaran seks, gambar kekerasan yang berlebihan dan paparan ribuan iklan junk food.

Pengaruh negatif lain pada remaja yang telah berkembang pada tahun-tahun terakhir adalah anoksia dan obesitas. Ada jutaan remaja berjuang keluar dari obesitas. Dan mereka terkena dampak ribuan iklan junk food, dan bagaimana mereka menjadi kurus dan kaya. Saya menyakini bahwa media massa merupakan salah satu sumber utama penyebab hal tidak bermoral seperti penggunaan obat-obatan, minuman keras, seks pra-nikah dan perzinahan yang mendapat penerimaan sekarang ini. Media menunjukkan hal-hal tersebut. Media menghadapkan kita kepada kenyataan tersebut. Dan kita semua berpikir jika mereka melakukannya, mengapa kita tidak bisa? Hal ini ditanamkan dalam pikiran kita sehingga menganggap bahwa hal-hal tersebut adalah normal

Juga semakin banyak perempuan yang terobsesi dalam mengurangi berat badan walaupun mereka tidak kelebihan berat badan; ada banyak wanita yang ingin terlihat seperti super model dan selebriti yang kurus sehingga mengakibatkan mereka mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan masalah kesehatan yang parah dan bahkan kematian.

Kesimpulan:     

Kita tidak harus menganggap media sebagai sumber yang berdampak negatif. Tidak hanya media namun semua hal memiliki pengaruh yang baik dan buruk. Hal ini tergantung pada kemampuan seseorang menanggapinya. Hal ini juga tergantung pada pikiran dan pemikiran seseorang. Jika seseorang tersebut adalah penerima yang positif maka mereka akan menerimanya dengan positif. Adapun cara lain adalah agar pemerintah harus mengambil inisiatif untuk mengontrol, menerbitkan dan menyiarkan siaran yang baik. Setiap hari orang dikelilingi oleh opini dan saya menikmatinya karena mereka dapat merumuskan pendapat yang lebih tepat berdasarkan apa yang mereka temukan.

Kesimpulannya, kita sama sekali tidak memiliki kontrol atas media, akan tetapi kita memiliki kendali sepenuhnya atas diri kita jadi gunakanlah informasi yang ada pada media dengan kritis dan bijak.

Referensi:    

www.yaleruddcenter.org

www.ask.com

korirko.habpages.com

Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia

250px-Indonesia_(orthographic_projection).svgShare dari tetangga kalau sudah pernah lihat mungkin pengulangan:

Kisah NYATA mahasiswa Indonesia di Australia

Suatu pagi, kami jemput Client, orang tersebut sudah tua. Bapak ini seorang pengusaha asal Singapura, logat bicaranya gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman hidupnya pada kami:

“Your country is so rich!” (Negaramu sangat kaya)

Dalam hatiku: “Ah biasa banget denger kalimat itu”

Tapi tunggu, dia berkata: “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,”.

“Everything can be found here in Indonesia, you don’t need the world.”

(Dunia yg butuh indonesia, bukan sebaliknya) Indonesia paru- paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kacau.

Singapura is nothing,we can’t be rich without Indonesia.

500rb org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli orang2 Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, isinya Indonesia semua. Trus, kalian tau bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan Indonesia masuk?

Sangat terasa, we are nothing! Lihatlah negara kalian, air bersih di mana2, lihatlah negara kami, air bersih pun kami impor dari Malaysia (menurut orang Malaysia, merekapun kekurangan air bersih karena sawit dimana2 so dari manakah air bersihnya?)

Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik China, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Kalian sadar tidak kalau negara2 lain selalu takut mengembargo Indonesia! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak diembargo.

Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produk sendiri.

Jika kalian bisa mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! (Indonesia akan mengatur dunia)

Share biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia!

Bagaimana Kapitalisme Melahirkan Kemiskinan

group

Politisi baik itu di daerah maupun pusat, pemilik perusahaan-perusahaan besar selama ini telah bersenang-senang atas potongan pajak dan peraturan pemerintah. Penyerahan kewenangan besar terjadi karena privatisasi pelayanan publik. Hal ini mengurangi pajak bagi orang kaya dan memungkinkan mereka secara langsung mendapatkan keuntungan dari pelayanan tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya tuntutan upah yang lebih rendah dan pemotongan biaya. Hal ini juga menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan, seperti: sedikitnya rumah sakit umum, perumahan rakyat miskin yang tidak berkualitas, bertambahnya pengangguran  dan upah yang lebih rendah di masyarakat. Semua ini merupakan resep untuk terus melanjutkan kemiskinan dalam kota.

Salah satu senjata penting dalam serangan neo-liberal yaitu perdagangan bebas. Pemilik perusahaan ingin memiliki kebebasan untuk beroperasi dalam masyarakat yang mereka inginkan, berdasarkan siapa yang dapat memberikan jaminan  tenaga kerja yang lebih murah sehingga tidak ada yang membatasi mereka untuk mendapatkan keuntungan. Walaupun mereka harus meninggalkan seluruh masyarakatnya dan pindah beroperasi ke daerah atau negara lain maka tidak akan menjadi masalah bagi mereka (hati-hati akan terjadi migrasi besar-besaran).

Untuk meningkatkan keuntungan, pengusaha dengan kejamnya mengurangi upah, tunjangan, dan kenyamanan pekerja. Bersama dengan partai politik, mereka berkolaborasi menolak untuk menaikkan upah minimum, sehingga puluhan juta pekerja melihat standar hidup mereka turun di bawah garis kemiskinan. Hal ini menyebabkan puluhan juta orang terpaksa hidup tanpa penghasilan apapun.

Hal yang melekat pada kapitalisme adalah usaha tetap menjaga pengangguran yang cukup besar, pekerja yang hidup di garis kemiskinan dan putus asa untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini akan membuat para pekerja bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pekerjaan sehingga memungkinkan pemilik perusahaan untuk menjaga upah tetap rendah. Karl Marx seorang pendiri sosialisme ilmiah menjelaskan pertama kali tentang bagaimana kapitalis menjadikan hal tersebut senjata yang penting untuk menekan upah. Ketika sistem politik dan ekonomi tersebut dinilai oleh penduduk masa depan planet ini, maka kebijakan ini akan dinilai benar-benar sebagai salah satu kejahatan terbesar terhadap kemanusiaan.

Kapitalisme adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mendapatkan keuntungan pribadi, bukan kepentingan masyarakat. Hal ini dapat dihindari dengan mengambil alih setiap keputusan dari ruang rapat perusahaan dan menempatkan mereka di bawah kontrol demokratis mayoritas sehingga  ekonomi dapat menyediakan kebutuhan kita. Untuk melakukan itu, kita perlu mengubah kepemilikan ratusan perusahaan dan lembaga keuangan swasta yang menguasai hajat hidup orang banyak menjadi milik negara.

Kita perlu membangun atau mendukung sebuah partai politik yang mewakili kepentingan kita sebagai pekerja; orang-orang miskin dan pemuda; juga pada yang menunjuk jari pada penjahat nyata yaitu mereka yang membuat sistem yang super-kaya dan kapitalis. Kita harus mengakhiri sistem kapitalisme yang telah bertanggung jawab dalam memperkaya sekelompok kecil miliarder pada saat kebutuhan dan kemiskinan sangat besar. Setelah itu barulah kita bisa menciptakan masyarakat sosialis demokratis baru, di mana mayoritas kelas pekerja akan memiliki kekuatan daripada 1% yang diuntungkan atas sistem ini.

Kemiskinan tidak diciptakan dalam ruang hampa. Sosialis memahami bahwa kemiskinan disebabkan oleh cara kerja alami pasar kapitalis yang selalu merampas peran penting sebuah populasi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, dengan demikian, mereka tidak memiliki kemampuan membeli di pasar barang swasta yang diperlukan untuk kehidupan yang layak bagi mereka dan anak-anaknya. Sosialis juga mengakui bahwa kemiskinan di bawah kapitalisme sebagian besar terjadi karena distribusi yang curang terhadap kekayaan alam dan jasa, bukan oleh kurangnya etos kerja. (David Duhalde)

Guardiola-Rivera percaya bahwa kemiskinan dan ketidaksetaraan adalah isu-isu politik yang hanya bisa diselesaikan ketika yang miskin terfasilitasi dan bangkit dengan solusi yang membebaskan diri mereka.

Kemiskinan diawali dengan perampasan; manusia yang menciptakannya; hal ini merupakan masalah politik. Kemiskinan bukanlah masalah ekonomi yang kompleks, yang  sebaiknya diserahkan kepada mereka yang disebut para ahli dengan solusi kebijakan tahan peluru. Sejarah sebenarnya telah menunjukkan kemiskinan mulai berakhir pada saat orang miskin mampu mengatur/mengelola diri dan bertindak secara politik untuk membuat situasi mereka menjadi lebih baik. Hal ini dapat terlihat pada ekonomi China yang telah mengalami kemajuan pesat dalam organisasi sosial politik, serta liberalisasi ekonomi India.

Ada Riwayat Apa antara Deli, Karo dan Medan?

Karo Bukan Batak

Oleh Loreta Karo Sekali

Tulisan ini terinspirasi oleh artikel Juara R. Ginting berjudul “Inter-group Relations in North Sumatra” dalam Tribal Communities in the Malay World: Historical, Cultural and Social Perspectives (2002) terbitan bersama oleh IIAS-Belanda dan ISEAS-Singapor (Halaman 384-400) Buku yang diedit oleh G. Benjamin dan C. Chou ini berisikan makalah-makalah yang diseminarkan di Singapore pada tahun 1997 atas kerjasama beberapa universitas di Eropah dan Asia.

Setelah menghidangkan banyak data sejarah, artikel itu menggugat keras anggapan bahwa Karo adalah penduduk pendatang di Deli. Sekalian dia menggugat wilayah Deli yang mengacu pada defenisi kolonial. Lebih jauh dari itu, dia membongkar kelemahan teori-teori ilmiah tentang migrasi yang, menurutnya, tidak memperhitungkan jalan pikiran orang-orang yang ditelitinya itu sendiri. Lebih gawat lagi, katanya, generasi muda dari masyarakat yang diteliti itu kemudian menggunakan teori-teori ilmiah itu untuk mengartikan gejala-gejala budayanya sendiri.

Contoh paling telak dia tampilkan adalah pembagian Taneh Karo ke Karo Gugung dan Karo…

View original post 1,008 more words

Ternyata Jawa & Jewish ( Yahudi ) Memiliki Hubungan Yang Erat !!

Toelank's World Blog

JAWA = JEWISH (YAHUDI) DAN BENANG MERAH DIANTARANYA

Sengaja saya melengkapi olah pikir dari KH. MH. Ainun Najib, Utusan Kaisar Tiongkok, KH. Fahmi Basya, kelompok penelitimuda Turangga Seta dan pendapat saya sendiri dalam hipotesa dibawah ini.

“Anda tidak akan paham bila menemukanpeta Indonesia Raya dijadikan center display di sebuah web Israel dan AmerikaSerikat (www.us-israel.org).  Juga agak miris melihat tanda warna merah padadaerah tertentu dari Nusantara” ujar Kyai (“mbelis”) MH. Ainun Najib. Di Belanda November 2008 saya ngobrol panjang dengan pemimpin Yahudi internasionalRabi Awraham Suttendorp yang sangat mengenal Indonesia lebih detail dari kebanyakan orang Indonesia sendiri, sebagaimana di kantor Perdana Menteri Israel Anda bisa dolan (“main”) ke sana dan melirik ruangan khusus yang berisi segala macam data tentang Indonesia segala bidang yang di-update setiap minggu.

Israel juga punya situs berbahasa Indonesia. Kepada Rabi saya tanyakan kenapa disain tengah atas atau puncak mahkota keagamaan yang beliau pakai memimpinperibadatan di Synagogue…

View original post 2,376 more words

Foto-Foto & Cerita Keji Pembantaian PKI

Toelank's World Blog

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, salah satu sejarah paling kelam dalam bangsa ini, yang tak pernah ditulis dalam buku buku sejarah anak anak kita di sekolah.

Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.Kita mestinya sepakat bahwa pengungkapan itu bukan untuk menorah luka lama. Tetapi untuk sebagai bahan pelajaran sehingga tak terulang.

Laporan The Econimist London, berdasarkan informasi ilmuwan ilmuwan Indonesia, mengemukakan bahwa 100.000 orang tewas hanya dalam hitungan bulan Desember 1965 hingg Februari 1966.

View original post 1,824 more words

UNDERSTANDING ACTION THEORY BY TALCOTT PARSONS

kimeu silvestar

ACTION THEORY BY TALCOTT PARSONS

A Talcott Parsons was born in December 13, 1902 in Colorado Springs, Colorado. He studied economics and later political economics. He became a lecturer at Harvard University and later the department of social relations chair and pioneered the combinations of sociology, anthropology and psychology in development of principles addressing social science.

Parsons theorized and hoped to give an understanding to social science with principles just the same way as the physical sciences. His work was actually synthesized from the following theorists; the conception of the social system and the bases of its integration by Emile Durkheim, comparative analysis of social structure and the analysis of the border line between social system and culture by max Weber and articulation between social systems and personality by Freud (parsons 1937).

Parsons was interested in coming up with a general theory of social action that transcended disciplinary boundaries that…

View original post 2,274 more words

Kepemimpinan: Apakah sebuah Motif Tersembunyi?

leadershipBanyaknya gaya kepemimpinan adalah sejumlah banyaknya orang. Selain kepribadian sebagai faktor penting dalam memilih sebuah gaya kepemimpinan, namun faktor eksternal juga ikut mempengaruhi. Budaya organisasi sering kali mendikte sifat hubungan dan mempengaruhi gaya kepemimpinan yang digunakan. Demikian pula dengan situasi yang menyajikan persyaratan unik pada gaya kepemimpinan tertentu. Keduanya dipengaruhi langsung oleh kepribadian pemimpin. Faktor-faktor ini secara langsung dipengaruhi oleh motif pemimpin dan akan memiliki dampak langsung pada gaya kepemimpinan yang digunakan. Jika faktor ini berubah begitu juga dengan motif pemimpin. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pemimpin untuk menyadari bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi gaya kepemimpinan mereka.

Sementara itu akan tampak jelas bahwa gaya kepemimpinan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, hal yang tidak begitu jelas adalah motif di balik gaya tersebut. “Gaya kepemimpinan adalah cara dan pendekatan memberikan arahan, melaksanakan rencana, dan memotivasi orang.” 1Apa yang mendorong seorang individu untuk menjadi transformasional dan yang lain berkelompok-kelompok? Kepribadian tentu memainkan peran dalam gaya yang digunakan. Namun, gaya kepemimpinan juga termotivasi oleh faktor eksternal dan motif tersebut mempengaruhi gaya yang digunakan. Keduanya tidak saling eksklusif. Sebaliknya, mereka saling bergantung dan berfungsi sebagai satu unit yang kohesif. Selain itu, lingkungan budaya memainkan peran penting dalam motif di balik gaya kepemimpinan.

Gaya kepemimpinan didasarkan oleh motif dan motif tersebut mempengaruhi gaya kepemimpinan secara langsung. Dua hal yang tidak terpisahkan, hal tersebut ada secara bersamaan dalam dualitas yang didasarkan pada budaya, situasi dan kepribadian. Ketika faktor ini berubah, begitu juga dengan motif. Sejalan dengan itu, gaya kepemimpinan juga ikut menyesuaikan.

BUDAYA

Budaya menentukan irama sebuah organisasi. “Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai, norma, pembimbing keyakinan, dan pemahaman yang dimiliki oleh anggota organisasi dan diajarkan kepada anggota baru.”2. Angkatan Laut Amerika Serikat, seperti halnya semua organisasi militer, melahirkan budaya kepemimpinan yang didasarkan pada kumpulan nilai-nilai, hal tersebut penting karena “nilai-nilai dapat membimbing perilaku mereka.” 3 Dikarenakan personil angkatan laut berasal dari latar belakang demografis yang beragam, maka sangat penting untuk membangun sekumpulan nilai-nilai yang berlaku untuk semua orang. Seberapa baik nilai individu sejajar dengan organisasi akan menentukan seberapa baik dirinya sesuai dengan organisasi tersebut.4 Catatan Urde, “Nilai-nilai yang berakar dalam organisasi harus beresonansi dengan nilai-nilai yang dirasakan dan dihargai oleh kliennya dari waktu ke waktu, dan juga sebaliknya . “5, dalam kasus Angkatan Laut, kliennya adalah pembayar pajak.

Kepemimpinan di angkatan laut  ditanamkan pada rekrutan baru selama di boot camp, di mana mereka menjalani sembilan minggu indoktrinasi dan pelatihan militer. Pelatihan yang berakar kuat pada nilai inti dari kehormatan, keberanian, dan komitmen.” Nilai-nilai ini menciptakan budaya organisasi yang mendominasi dalam proses pengambilan keputusan, dan membuatnya menjadi sebuah fenomena budaya dalam lembaga.”6 Penerimaan nilai-nilai ini dalam budaya menuntut praktek pemaksaan dan hal tersebut dilakukan untuk alasan yang baik.

Seperti karakter Jack Nicholson dalam A Few Good Men, Kolonel Nathan Jessup, menyatakan ungkapan terbaiknya: “Kami mengikuti perintah atau orang-orang mati.”7 Misi pencapaian di militer didasarkan pada harapan perintah mereka diikuti. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang sesuai diimplementasikan. “Pemaksaan mungkin digunakan dalam situasi di mana si terancam berada dalam posisi bebas ancaman dan membuat tawaran ‘take it or leave it’ menjadi sulit untuk tidak dapat ditolak.”8

Sementara pemaksaan tampaknya merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang tidak pantas, hal ini bukan tanpa manfaat, jika berdasarkan pada motif yang wajar – agar tetap hidup! Hal ini merupakan salah satu tugas layanan anggota untuk mengikuti perintah secara eksplisit, dan perintah untuk memastikan apa yang mereka lakukan sesuai dengan kepemimpinan. “Kepemimpinan yang efektif sangat penting untuk pencapaian misi militer dan persepsi individu yang tepat, terlepas dari kepemilikan, sebagai pemimpin hal ini sangatlah penting demi efektivitas kepemimpinan tersebut.”9

Budaya organisasi merupakan dasar dari kepemimpinan yang dibangun. Hal tersebut mencakup seluruh organisasi dan mempengaruhi personilnya. Morgan mencatat bahwa tingkat pengaruh budaya terhadap kehidupan orang-orang  di dalamnya secara praktis tak terelakkan.10 Pengaruh budaya organisasi tersebut terikat dalam membentuk, menentukan dan memberikan motif pada gaya kepemimpinan. Dalam hal ini, motif menjadi dasar dalam kelancaran mencapai misi.

SITUASI

Gaya kepemimpinan dan motif juga didasarkan pada situasi. “Pemimpin membawa ‘gaya’ kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi. Sebuah gaya dapat dianggap sebagai pola dominan seorang pemimpin berperilaku dalam sebuah posisi.”11 Sehubungan dengan kemanfaatan, beberapa situasi, misalnya, mungkin memerlukan pendekatan transaksional sementara yang lain memungkinkan untuk pendekatan yang lebih peduli. “Situasi sebagian mendefinisikan proses kepemimpinan; hal ini mempengaruhi pemimpin dan berinteraksi dengan upaya pemimpin untuk mempengaruhi sikap pengikutnya.”12

Beberapa situasi lebih kritis dan membutuhkan perhatian lebih dari yang lainnya. Pemimpin harus fleksibel dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya. “Kemampuan untuk beralih dari satu gaya kepemimpinan yang lain sesuai situasi yang penting dalam memaksimalkan hasil”13 Memaksimalkan hasil bisa berarti keuntungan yang lebih banyak, pengurangan omset, kepuasan karyawan atau peningkatan kualitas. Yang pada akhirnya memberikan pemimpin sebuah motif.

Namun, motif hanyalah sebuah sisi dari koin. Seorang pemimpin harus memiliki kesadaran situasi untuk memilih gaya kepemimpinan yang terbaik dan pendekatan situasi. “Pemimpin yang sukses sensitif terhadap situasi dan pengikut mereka, fleksibel, dan mampu beradaptasi dengan situasi untuk memastikan agar visi tercapai”14 Kombinasi sukses gaya kepemimpinan yang tepat dalam situasi tertentu akan menyediakan sarana untuk sukses dalam setiap situasi. Catatan Dulewicz dan Higgs, “Kajian pustaka sangat menekankan bahwa situasi atau konteks sangat relevan dengan gaya kepemimpinan.”15 Apa pun yang mungkin terjadi, situasi akan memberikan motif, dan motif akan menentukan gaya kepemimpinan yang terbaik.

Dalam situasi apapun, seseorang tidak dapat terlepas dari karakter, yang merupakan penentu utama dalam memilih gaya kepemimpinan. Karakter seseorang memberikan motif tersembunyi untuk memimpin dengan cara tertentu. Idealnya, seperti Aristoteles membayangkan bahwa seorang pemimpin sebagai “Individu berbudi luhur yang membudayakan kebajikan [keadilan, pengendalian diri, keberanian dan kebijaksanaan praktis] dan dilakukan pada saat yang tepat, dalam situasi yang tepat.”16 Oleh karena itu, situasi adalah tahap di mana karakter seseorang ditunjukkan.

KEPRIBADIAN

Gaya kepemimpinan adalah layaknya individu dan kepribadian. “Kepribadian pemimpin memainkan peran penting dalam pengamalan kepemimpinan.”17 Pertukaran antara pemimpin-anggota (LMX) adalah gaya kepemimpinan yang tunduk pada perbedaan skema kepribadian karena memungkinkan untuk pembentukan kelompok dalam dan kelompok luar oleh pemimpin. ” Pada saat dalam satu unit kerja organisasi, bawahan menjadi bagian dari kelompok dalam atau kelompok luar berdasarkan seberapa baik mereka bekerja dengan pemimpin dan seberapa baik pemimpin bekerja dengan mereka.”18

Dalam hal ini, motif pemimpin untuk menggunakan gaya tersebut mungkin menjadi sangat baik tergantung pada seberapa baik dirinya akan terus bertahan dengan bawahan tertentu. Motif ini pada sebaliknya akan mempengaruhi secara langsung hubungan pemimpin dengan bawahan dan mendiktenya tentang gaya yang lebih disukai. “Dibandingkan fokus utama pada cara kerja terdalam dari kepribadian seseorang atau pada nilai-nilai atau kepercayaan seseorang, maka gaya kepemimpinan fokus pada bagaimana seseorang bertindak, yaitu pada apa yang dikatakan dan dilakukan.”19

Kepribadian dan segala kompleksitasnya memberikan motif pada gaya kepemimpinan. Karakter individu dan nuansa merupakan dorongan dalam pemilihan gaya. Para pemimpin yang baik “tampaknya bisa mengadopsi gaya [yang berbeda] dan tampil di tingkat yang berbeda.”20 Adaptasi gaya yang berbeda memungkinkan seorang pemimpin untuk menavigasi labirin jiwa manusia agar secara efektif mempengaruhi banyak orang, pada dasarnya menjadi kepemimpinan bunglon.

Kepribadian kolektif dari kepemimpinan kelihatannya memiliki ketidakpastian, hal ini merupakan hal yang terpenting dalam mencapai sukses. “Keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan tergantung pada kepribadian pemimpin dan komposisi kepribadian dalam kelompok pemimpin tertinggi.”21 Oleh karena itu, mengetahui kepribadian Anda dan bagaimana hal itu cocok dengan orang lain akan menjadi motif gaya kepemimpinan tertentu dalam suatu kelompok,  seperti halnya “polisi baik/polisi jahat.” Dalam kepemimpinan hal ini akan lebih seperti pemimpin transaksional versus pemimpin transformasional.

KESIMPULAN

Gaya kepemimpinan didasarkan pada motif. Motif yang merupakan hasil dari budaya, situasi atau kepribadian. Terlepas dari motif, gaya yang dipilih akan memiliki konsekuensi. Semua gaya kepemimpinan tidak diciptakan sama dan tidak berlaku mujarab dalam segala situasi. Seorang pemimpin harus terlebih dahulu memahami motif dan kepribadiannya sebelum memilih gaya, dan dia sama-sama harus memahami dampak dari gaya pada yang dipimpinnya. Hal ini merupakan masalah mengetahui budaya dan situasi.

1Bakotié, D. (2008). Leadership styles’ specifics in large Croatian companies. The Business Review, Cambridge, 10(2).

2Daft. R. L. (2007). Organization theory and design. China: Thompson South-Western.

3Yaghi, A. (2008). Leadership values influencing decision-making: An examination of nine Islamic, Hindu, and Christian nonprofit institutions in the US. South Asian Journal of Management

.4Suar, D., & Khuntia, R. (2010). Influence of personal values and value congruence on unethical practices and work behavior. Journal of Business Ethics, 97(3), 443-460. doi:10.1007/s10551-010-0517-y.

5Urde, M. (2009). Uncovering the corporate brand’s core values. Management Decision, 47(4), 616-638. doi:10.1108/00251740910959459.

6Yaghi, A. (2008). (p. 24).

7Brown, D. (Producer), & Reiner, R. (Director). (1992). A few good men. [Motion picture]. United States: Castle Rock Entertainment.

8Nwankwo, S., & Richardson, B. (1996). Organizational leaders as political strategists: A stakeholder management perspective. Management Decision, 34(10).

9Gibson, S. G. (2005). Perceptions of U.S. military leadership: Are all leaders created equally? Equality, Diversity and Inclusion: An International Journal, 24(2), 1-18.

10Morgan, G. (2006). Images of organizations. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

11Van Wart , M. (2004). A comprehensive model of organizational leadership: The leadership action cycle. International Journal of Organization Theory and Behavior, 17(2), 173-208.

12McLaurin, J. R. (2006). The role of situation in the leadership process: A review and application. Academy of Strategic Management Journal, 5(15441458), 97-114.

13Sarros, J. C., & Santora, J. C. (2001). The transformational-transactional leadership model in practice. Leadership & Organization Development Journal, 22(7), 383-393.

14Cacioppe, R. (1997). Leadership moment by moment! Leadership & Organization Development Journal, 18(7), 335-345.

15Dulewicz, V., & Higgs, M. (2005). Assessing leadership styles and organisational context. Journal of Managerial Psychology, 20(1), 105-123.

16Kurzynski, M. (2009). Peter Drucker: Modern day Aristotle for the business community. Journal of Management History, 15(4), 357-374. doi:10.1108/17511340910987293.

17Dulewicz, V., & Higgs, M. (2005). Assessing leadership styles and organisational context. Journal of Managerial Psychology, 20(1/2), 105-123.

18Northouse, P. G. (2006). Leadership theory and practice. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

19Darling, J., & Leffel, A. (2010). Developing the leadership team in an entrepreneurial venture: A case focusing on the importance of styles. Journal of Small Business and Entrepreneurship, 23(3), 355-371, 481.

20Dulewicz & Higgs. (2005).

21Havaleschka , F. (1999). Personality and leadership: A benchmark study of success and failure. Leadership & Organization Development Journal, 20(3), 114-132.

Susi Pudjiastuti

Rustikaherlambang's Weblog

susi pudjiastuti

Berlayar dalam Gelombang

“Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!”


Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti.

View original post 1,850 more words

Apa sebab org Karo tak mau disebut org Batak?

Herman Siregar

Apa sebab org Karo tak mau disebut org Batak?

Judul di atas merupakan status saya di facebook pada hari selasa, 4 Oktober 2011. Berikut ini tanggapan dari para facebooker. Semuanya saya sajikan seperti aslinya tanpa melakukan editing sedikit pun. Agar substansi pesan yang disampaikan para komentator tidak ada berkurang sedikit pun. Semoga bisa member pencerahan bagi kita apakah memang Karo termasuk sub etnis Batak atau bukan.

Herman Siregar

Guru Sejarah SMA N 1 Tanjungbalai

Suka · · Selasa pukul 21:32 melalui seluler

Warren Christhoper Ktbffh saya org karo pak…
Mngkn pak,org batak tuh identik dgn keras,bcranya pun keras,jadi koq bicara keras,bagi org tuh uda biasa,hal ini brlawanan dgn org karo pak…
Org karo lbih lmbut.
Tuh mnurut saya ya pak.

Selasa pukul 21:37 · Suka

Pardamean Harahap Menurut sebagian pendapat, orang karo memang bukan keturunan raja batak

Selasa pukul 21:54 ·…

View original post 1,392 more words